ADAT ISTIADAT KAMPUNG YOKA

Sejarah Dan Struktural Ondo Afi di Kampung Yoka

 

1.    Sejarah Singkat Tentang Ondoafi/Ondofolo.

Yoka adalah sebuah wilayah terisolir yang di diami oleh suku yang di sebut Masyarakat Adat Hebaeibulu. Wilayah Adat ini Selanjutnya disebut Tanah Adat Yoka.  Meski demikian keberadaan masyarakat ini dari waktu ke waktu mengalami banyak perubahan. Hal ini dimulai dengan kesadaran mereka membuka diri menerima perubahan dan menjadi masyarakat modern dengan mengadopsi serta menjalankan paradigma atau filosofi hidup tiga tungku. Tiga tungku itu terdiri dari atas  Adat (Ondoafi), Pemerintah Daerah (Formal) dan, pihak Gereja dalam hal ini GKI Jemaat Eben Heizer Yoka.  Dalam perfektif tiga tungku inilah kemudian Masyarakat Adat Hebaeibulu mengalami banyak perubahan. Sebelumnya segala sesuatu sangat di tentukan oleh adat. Segala aspek kehidupan diatur dan dipengaruhi oleh penata –penata adat yang demikian kental,sehingga membentuk struktur sosial dalam berbagai aktifitas kehidupan masyarakatnya. Kendati struktur adat yang demikian kental namun tidak bisa di sangkal juga bahwa perubahan dan tuntutan perkembangan zaman telah mengiring perkembangan masyarakatnya untuk menerima berbagai perubahan,dengan kehadiran gereja dan kemudian diikuti dengan pemerintahan. Yoka pada tahun 1956 sebagai sebuah Kampung berada di bawah wilayah Afdeling (divisi) Hollandia dan Onderafdeling (Kecamatan) goveer matang Netherland Niew Guinea (Pemerintah Kerajaan Belanda di Papua).

Gubernur Netherlands – Niew Guinea pada saat itu adalah Dr. J. Van Baal, sedangkan De Hoofdombtenaar (Bupati) adalah Ch. K. Jonase. Dan korano pertama untuk Kampung Yoka yang di tunjuk dan di percayakan oleh masyarakat adat Hebaeibulu adalah Luis Mebri. Yoka berdiri sebagai sebuah Kampung yang mandiri di bawah bestuur. Tobati disahkan pada 19 Desember 1956 di Kampung Ayapo yang mana proses pembentukan dan pengesahan di awasi lansung oleh Residen Lawers dan ikut menyaksiksan Bapak Dz. IZ.Kijne. Dan selanjutnya pada tanggal, 2 Januari 1956 yang mengisahkan orang Yoka Hebaeibulu keluar dari kegelapandan menjemput “Peradaban”yang memberikan “Terang hidup”. Disebut demikian karena pada masa lalunya penuh dengan pertikaian, keterbelengguan  antara Suku Hawa dan suku Hogolo, sehingga dengan ikatan adat-istiadat yang sangat kental, sacral dan tidak bisa di tawar-tawar yang kemudian dinilai sebagai “Kegelapan”.

Masa terang dipandang sebagai masa dimana orang Yoka hidup sebagai manusia beradab yang pemerintahannya beragama dan beradat-istiadat sakral dengan kelahirannya yang baru dengan kelahiran Yesus Kristus.

Kampung Yoka termasuk pada pemerintahan Kota Jayapura namun memiliki adat-istiadat bersama-sama dengan adat masyarakat sentani yang mana terdapat didalam yang memiliki 12 ondoafi dan 14 kampung didalamnya memiliki 6 suku besar dikampung yoka terlepas dari suku besar sentani diantara memiliki suku:

1.       Suku Mebri(Suku Ondoafi)

2.       Suku Tukayo( Bidang Kesehatan/Pengobatan Tradisional)

3.       Suku Ohee(Bidang Perikanan)

4.       Suku Olua(Bidang Pertanian)

5.       Suku Makuba( Bidang Pertenakan)

6.       Suku Ahai/Pendatang(Suku Pelengkap)

 

v  Struktur Pemeritahan Adat.

Dalam penelitian ini Pemerintahan Adat Hebaiebulu di Kampung Yoka, dilihat sebagai sebuah “Organisasi”. Sehingga untuk mengukur eksistensi tata pemerintahan formal di Kampung Yoka dapat dilakukan karena dapat merujuk dari pemahaman penulis mengenai teori organisasi yang dikemukakan oleh Stephen P. Robins. Bahwa untuk mengukur perilaku organisasi dalam hal ini pemerintahan Adat Hebaeibulu Yoka,maka faktor utama yang menjadi fokus adalah struktur organisasinya yang didalamnya terdapat elemen Spesialisasi, Departementalisassi., Rentang Kendali, Rantai Komando, Sentralisasi/Desentralisasi serta Formalisasi. Spesialisasi Tugas –Tugas (Work Specialization) Hakikat dari spesialisasi tugas –tugas adalah memberi kemudahan dan kecakapan kepada seorang individu dalam melakukan tugas karena secara struktur melekat tugas –tugas utama yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Tugas-tugas dibagi sesuai dengan hirarki, tanggungjawab, dan kewenangan yang melekat pada tugas tersebut. Dalam struktur organisasi Pemerintahan Adat Hebaeibulu, Spesialisasi tugas-tugas itu dapat digambarkandalam jabatan sebagai berikut.


Gambar Struktur Ondoafi Yoka

 

2.    Ada beberapa Marga besar/Suku dikampung Yoka.

Ondoafi

Dalam struktur organisasi Pemerintahan Adat Hebaeibulu Yoka, Ondoafi berada pada urutan teratas. Ia menjadi menjadi kepala dan memiliki tugas dan tanggung jawab yaitu:

-          Memimpin dan mengkoordinir Pemerintahan Adat Hebaeibulu Yoka

-          Menjalin hubungan damaidan berhak menyatakan “perang”;

-          Memegang hak tanah dan air sebagai warisandari nenek moyang pendiri suku atau kampung

-          Menunjuk dan mengganti kepala suku bagi klen-suku dalam kampungnya

-          Membayar Emas Kawin bagi anak lelaki pertama dari keturunan suku-suku yang ada di kampungnya.

 

Abu Afa

Setelah Ondoafi, pada posisi berikut adalah Abu Afa. Sosok ini memiliki tugas, dan tanggung jawab serta kewenangan yang diberikan padanya tidak kecil karena tugas pokoknya antara lain;

-          Memilih, mengusahakan dan mencalonkan bakal calon pengganti Ondofolo dari 6 (Enam) Ondofolo Fafa.

-          Menegur, menasehati dan mengarahkan Ondofolo

-          Menjaga, atau mengajarkan ataupun memberitahukan kepada wargamasyarakat secara bertanggung jawab dengan baik dan benar demi kehidupan yang sejahtera

-          Memegang rahasia Kutukan dan Berkat bagi kampung.

Abu Akho

Dalam hiraki selanjutnya, setelah Abu Afaa, maka ada Abu akho yang tugas dan tanggung jawabnya meliputi:

-          Memberi pengumuman dan menyatakan semua keputusan ondofolo,kepada masyarakat adat.

-          Menyampaikan berita kematian, berita pembayaran emas kawin dan bertugas untuk setiap hajatan di rumah Ondoafi sesuan perannya.

-          Menjadi juru bicara bagi Ondoafi disetiap pertemuan.

 

Ondofolo Fafaselain Abu Afaa, Dan Abu Akho Adalah Ondofolo Fafa.  

Ondofolo Fafaini wajib berpartisipasi dalam hajatan kampung dan berani berkorban demi masyarakatnya. Tugas tanggung jawab mereka pada intinya adalah belajar menjamin keselamatan, kemakmuran, kejayaan, dan kesejahteraan warga masyarakat biasa.

Ime Ei OndofoloIme

Ei Ondofolo adalah lembaga adat yang bertugas mengatur urusan rumah tangga dari Ondofolo.Mereka bertugas sebagai tata urusan kedalam atau internal rumah tangga Ondofolo khusus dalam hal keseimbangan Ekonomi.Sebagai lembaga keseimbangan Ekonomi Ondofolo, lembaga ini berperan penting secara adat dan budaya untuk menjamin kesejahteraan ekonomi rakyat.

 

Yo Ondofolo

Tugas kedua dari orang ini sebagai perpanjangan tangan dari Ondofolo dalam memerintah dan atau mengatur masyarakat.Kehadiran mereka di tengah masyarakat sejatinya melambangkan kehadiran Sang Ondofolodi tengah masyarakat, dan hal ini secara normatifberarti segala yang di sampaikan kepada masyarakat adalah suara ondofolo.

 

Khote Mahembai

Tugas khote mahembai adalah sebagai perpanjangan tangan dari Ondofolo dalam menggordinir kerja dalam sukunya masing –masing.

 

 

 

Yo Yang/Ondofolo Obho Yokhu

Dalam keondoafian Yoka Hebaeibulu,kelompok kecil bertugas melayani ondoafi dalam hal menari di Obe (balai Adat kampung),atau tempat mana saja yang di tunjuk. Bekerja baik di kebun maupun di danau mempersiapkan hasil hutan dan danau dalam kepentingan –kepentingan kampung. Untuk hal ini kekuasaan adat mereka dibagi berdasarkan sumber daya alam.

 

3.       Stadisi Perkawinan Dan Pembayaran Adat Suku Besar Sentani (Kampung Yoka)

Ø  Eeba

Eeba adalah harta bagi para raja atau kepala suku masyarakat adat suku Sentani (Kampung Yoka). Eeba dikhususkan untuk pembayaran maskawin kepada anak Ondoafi. Eeba berbentuk seperti gelang kristal yang berwarna bening, biru laut, dan coklat kemerah-merahan. Eeba sendiri memiliki nilai tertinggi dibanding dengan mofoli dan khase-khase. Jika seseorang telah memberi Eeba pada raja atau kepala suku pada saat upacara-upacara pembayaran sudahlah cukup baginya sehingga tidak masalah jika tidak memberi mofoli ataupun khase-khase.

Sekian penulisan blog ini dibuat dengan segala harapan agar supaya dapat membantu dan menambah informasi mengenai budaya dan tradisi adat istiadat suku Sentani Papua. Helemfoy akhabena.


                                                            Gambar, Batu gelang

 

 

Ø Tomako


Tomako batu atau kapak batu, selama ini kita mengenalnya sebagai benda peninggalan jaman purba. Dibanyak tempat, tomako batu cukup sulit dijumpai, kecuali kita pergi ke museum. Tahukah anda, tomako batu di jaman modern ini masih bisa kita jumpai dalam hidup sehari – hari. Salah satunya ialah di pesisir danau Sentani Kabupaten Jayapura. Yup, tomako batu hingga saat ini menjadi barang yang sangat berharga karena digunakan sebagai alat pembayaran mas kawin bagi suku – suku asli Sentani. Dalam tradisi Sentani, ada dua jenis benda yang wajib ada sebagai alat pembayaran mas kawin, yakni tomako batu dan manik – manik. Nah, di era modern ini, pembayaran mas kawin berupa dua benda tersebut ditambah dengan sejumlah uang. perempuan. Tomako batu atau kapak batu, dalam bahasa Sentani disebut He. Ada beberapa jenis tomako batu dijumpai, ada yang panjang, ada pula yang pendek. Warna tomako batu pun ada bermacam-macam, diantaranya berwarna hitam, hitam kehijauan, hitam berbintik putih, dll. Tomako batu pun berbeda-beda nilainya, dan orang Sentani-lah yang mengerti benar nilai/ harga sebuah tomako batu.

 

                        Tomako Batu

 

Ø  Manik – manik (Khase-khase)


 

Gambar, manik-manik

Selain tomako batu, manik – manik secara bersamaan juga digunakan sebagai alat pembayaran mas kawin. Jika tomako batu diperuntukkan bagi keluarga (bapak/ saudara laki-laki/ ipar) pihak perempuan, maka manik – manik diperuntukkan bagi keluarga (ibu/saudari/ipar) mempelai perempuan. Ada 3 jenis manik – manik yang biasa dijumpai, yakni berwarna biru (Nokhong), berwarna hijau (Hawa) dan berwarna kuning (Haye). Manik – manik biasanya diikat menggunakan semacam serat kayu. Jumlah tomako batu dan manik – manik, serta uang yang dibayarkan kepada pihak perempuan sebagai mas kawin tentu saja kesepakatan kedua belah pihak. Khusus untuk ondoafi, dalam prosesi pembayaran mas kawin ondoafi akan menerima pembayaran berupa gelang batu (Ebha), jika anak perempuannya menikah.

 

4. Prosesi pelantikkan Ondoafi.

Ondofolo adalah kepala adat dan bukan kepala suku. Ondofolo ini membawahi atau memiliki lima Kepala Suku (Kose). Status Ondofolo jauh lebih tinggi dibanding dengan Kepala Suku (Kose). Dan lima kepala suku (Kose) ini memiliki lima kepala keret yang disebut Akhona.Sebutan Kose sendiri menunjuk pada jabatan kepala suku. Sedangkan Koselo menunjuk pada orang yang menjabat sebagai kepala suku. Di seluruh wilayah Sentani, masyarakat asli Sentani tidak pernah memanggil atau menyebut Ondoafi atau Ondofolo sebagai kepala suku. Dalam sejarah masyarakat asli Sentani tidak pernah ada itu seorang Ondofolo disebut kepala suku. Pelantikan ondoafi berdasarkan keturunan suku ondoafi ondoafi(suku mebri) serta beberapa ketentuan mulai dari, pemahaman terhadap adat istiadat, dan jiwa kepemimpinan, prosesi pelantikan ondoafi di lakukan secara upacara adat dengan mengenakan pakaian tradisional kampung yoka.


 

Gambar, pengukuhan ondoafi

 

 

5.    BHUKERE Tradisi Menangkap Ikan Tradisional Suku Bhuyakha Sentani Yang Harus Di Lestarikan.

Bhukere “  atau  sero-sero merupakan alat tradisional sarang/penangkapan ikan oleh masyarakat Sentani. “Bhuyakha “ yang di gunakan oleh Masyarakat dalam memeriahkan tradisi menyambut Tahun baru , serta Hut Kampung Yoka yang ke 65 Tahun 2021. Bhukere atau sero-sero merupakan alat tradisional sarang/penangkapan ikan oleh masyarakat Sentani. “Bhuyakha “ Bhukere terbuat dari kayu pilihan yang tahan lama seperti kayu suang dan olulu yang didapatkan dari kebun maupun lahan masyarakat.  Bhukere di buat oleh masyarakat, kepala suku, Ondoafi di wilayah hak ulayat yang di miliki.Pembuatan Bhukere bagi masyarakat sentani, mempunyai nilai yang tinggi seperti membangun rumah masyarakat adat. Pembuatan Bhukere di awali dengan peninjauan lokasi dan penempatan Bhukere yang di anggap banyak ikannya.  Pembuatan Bhukere biasanya lakukan oleh tiga dan bila secara berkelompok sampai dengan sepuluh orang, awalnya dengan cara menyiapkan kayu yang sesuai dengan kebutuhan, di potong-potong di buat seperti melingkar seperti pagar, lalu di taruh dahan maupun ranting untuk mengundang ikan datang. Pada zaman dulu untuk mendapatkan ikan yang banyak, selesai membuat Bhukere, di lakukan ritual khusus, untuk mamanggil ikan oleh orang-orang khusus yang mempunyai kemampuan yang sudah di patenkan oleh masyarakat maupun marga dari komunitas adat. Dengan cara ondoafi mendatangi orang yang mempunyai kemampuan itu, biasanya disebut Kabulo.


Untuk mendapatkan ikan yang banyak di Bhukere, selain di lakukan ritual juga ada pantangan bagi si pemanggil ikan, Ondofolo Kampung Hebhaebulu Yoka Titus Momoi Mebri mengatakan , tradisi yang semakin punah ini , dulunya di gunakan oleh Ondofolo untuk keperluan-keperluan acara besar dalam sebuah kampung, terutama acara adat, ulang tahun Kampung dan kegiatan pembangunan rumah adat serta peresmiannya, dan Pelantikan Ondofolo “ ini salah satu tradisi khusus di Yoka hari-hari besar seperti acara Hut kampung, sehingga kearifan lokal yang di gali dalam moment HUT Kampung kemarin penting skali untuk di lestarikan “ katanya .

 


                              Gambar, Bhukere

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH KAMPUNG YOKA

GAMBARAN UMUM WILAYAH KAMPUNG YOKA

KEPENDUDUKAN KAMPUNG YOKA