KESEHATAN DI KAMPUNG YOKA
Pada tahun kira – kira 1956 telah dibangun satu unit rumah kesehatan dari sinode di Tana papua yang di sebut
BKIA yang di bangun oleh misionaris sending. Hingga
kini Kampung Kampung yoka memiliki 1 Unit Puskesmas dan di lengkapi dengan
ruanganpenginapan pasiendan juga ruangan- ruangan lain berdasarkan kebutuhan.
Tenaga kesehatan yang ada di Kampung Kampung yoka terdiri dari 2 orang dokter,
33 perawat, 2 orang bidang dan 10 orang Kader Posyandu.
Dengan adanya puskesmas dan
tenaga bidan diharapkan ibu hamil yang ada di Kampung yoka tidak
lagi ke rumah sakit umum daerah karena adanya Rawat Inap puskesmas
yoka bisa memanfaatkan fasilitas dan tenaga bidan yang sudah ada.
Untuk mengetahui perkembangan ibu hamil dan bayi tiga tahun terakhir dari tahun 2013, 2015 dapat dilihat pada tabel dibawah ini
Jumlah Ibu Hamil dan Bayi Tahun 2015 &
2016
|
Tahun
2012 |
Tahun
2013 |
Tahun
2014 |
|||||||||
|
Bumil |
Bayi |
Bumil |
Bayi |
Bumil |
Bayi |
||||||
|
L |
P |
J |
L |
P |
J |
L |
P |
J |
|||
|
40 |
40 |
8 |
48 |
95 |
45 |
50 |
95 |
100 |
45 |
45 |
90 |
Sumber : data primer, studi lapangan
Desember 2015
Dari data di atas,
dapat diketahui bahwa sebahagian besar ibu hamil melahirkan di (Puskesmas
Rawat Inap yoka, dan di rumah), sedangkan lainnya memilih untuk melahirka rumah
sakit abepura.
Persalinan Ditolong Bidan/Dukun Tahun 2015
s/d 2016
|
Persalinan |
Jumlah |
Jumlah |
Jumlah |
|||
|
Bumil |
Tahun
2012 |
Bumil |
Tahun
2013 |
Bumil |
Tahun
204 |
|
|
Ditolong Bidan |
|
30 |
|
42 |
|
77 |
|
Ditolong Dukun |
|
18 |
|
15 |
|
7 |
Sumber : Data primer –
studi lapangan, Desember 2015
Dari tabel diatas dapat terlihat bahwa ditahun 2012 dari 40 orang ibu hamil, ada 30 ibu melahirkan yang ditolong oleh bidan kemudian di tahun 2013 dari 95 orang ibu hamil, ada 8 ibu melahirkan yang ditolong bidan 42 dan orang 15 orang ditolong oleh dukun dan selanjutnya pada tahun 2014 dari 100 orang ibu hamil, ada 77 ibu melahirkan yang ditolong bidan dan 7 orang ditolong dukun. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih banyak ibu hamil yang belum mau memanfaatkan fasilitas rumah bersalin yang ada dikampung, tetapi lebih memilih melahirkan dirumah dan dibantu keluarga atau juga langsung di bawa ke Puskesmas Rawat Inap Koya Barat atau ke RSUD Abepura. Berdasarkan informasi dari bidan bahwa pada tahun 2009 jumlah kasus bayi meninggal sebanyak 2 orang, seorang bayi yang ditolong dukun sedangkan seorang bayi lagi meninggal di Puskesmas karena lahir prematur. Kondisi ini disebabkan karena masih banyak ibu hamil yang tidak rutin memeriksakan kehamilannya, dan juga masih bekerja keras pada saat hamil.
Sedangkan untuk masyarakat umum, jenis – jenis penyakit yang banyak dan sering di derita oleh penduduk adalah malaria, diare dan ISPA.
Dari tabel diatas dapat terlihat bahwa ditahun 2012
dari 40 orang ibu hamil, ada 30 ibu melahirkan yang ditolong oleh bidan kemudian
di tahun 2013 dari 95 orang ibu hamil, ada 8 ibu melahirkan yang ditolong bidan
42 dan orang 15 orang ditolong oleh dukun dan selanjutnya pada tahun 2014 dari
100 orang ibu hamil, ada 77 ibu melahirkan yang ditolong bidan dan 7 orang
ditolong dukun. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih banyak ibu hamil yang belum
mau memanfaatkan fasilitas rumah bersalin yang ada dikampung, tetapi lebih
memilih melahirkan dirumah dan dibantu keluarga atau juga langsung di bawa ke
Puskesmas Rawat Inap Koya Barat atau ke RSUD Abepura. Berdasarkan informasi
dari bidan bahwa pada tahun 2009 jumlah kasus bayi meninggal sebanyak 2 orang,
seorang bayi yang ditolong dukun sedangkan seorang bayi lagi meninggal di
Puskesmas karena lahir prematur. Kondisi ini disebabkan karena masih banyak ibu
hamil yang tidak rutin memeriksakan kehamilannya, dan juga masih bekerja keras
pada saat hamil.
Sedangkan untuk masyarakat umum, jenis – jenis penyakit yang banyak dan
sering di derita oleh penduduk adalah malaria, diare dan ISPA.
Selain pelayanan kesehatan, kegiatan Posyandu biasanya dilaksanakan setiap tanggal
16 bulan berjalan pada Posyandu Wamsar di RW 01dan tanggal 14 bulan berjalan
pada Posyandu Teratai di RW 03, pelayanan Posyandu biasanya selain dilaksanakan
oleh 5 orang kader yang ada di masing-masing Posyandu di Kampung Kampung yoka
tetapi juga dibantu oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas yoka yang
sekaligus melaksanakan pengobatan secara umum. Melalui kegiatan posyandu perkembangan
kesehatan balita dan juga gizinya dapat dipantau sehingga apabila ada ditemukan
kasus gizi buruk pada bayi maka dapat segera diambil tindakan. Dan juga melalui
kegiatan posyandu, balita mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Imunisasi. Kendala
yang dihadapi oleh 10 orang Kader Posyandu di kampung Kampung yoka antara lain
tidak ada insentif bagi Kader Posyandu, kurang adanya kekompakan
diantara para Kader Posyandu Wamsar di RW 01.
Komentar
Posting Komentar